Agama yang tabu..
Mungkin memang salah otak ku yang kurang waras, dan mempertanyakan banyak hal yang tidak seharus nya aku pertanyakan, dan seharus nya diterima saja, tanpa harus di pertanyakan sedikit pun.
Agama..
saat aku bertanya tentang agama, aku tiba-tiba ada di dalam partai oposisi,
tiba-tiba beberapa teman mencetok jidat ku dengan stempel "atheis"
sekonyong-konyong banyak orang yang memilih untuk tidak berbicara dengan ku,
ujuk-ujuk aku diasingkan..
Dengan sangat terpaksa aku terheran-heran..
kenapa itu tidak boleh di pertanyakan?? bahkan sekarang untuk menyebut nya pun aku sedikit
bergetar, aku merasa kembali ke umur 7 - 12 tahun lagi, dimana waktu itu aku mencari tau
tentang apa dan bagaimana fungsi kelamin.., beberapa pertanyaan ku hanya di jawab,
"nanti kalau udah besar juga tau sendiri"
mungkin juga jawaban itu benar..
mungkin sampai aku ter-hamili aku akan tau apa dan bagaimana fungsi kelamin..
mungkin sampai aku termasturbasi aku akan tau cara kerja kelamin..
Dan kesimpulan singkat ku, agama ku tabu seperti kelamin untuk di pertanyakan..
karena mereka malu menjawab nya..
atau karena mereka takut apa yang mereka yakini selama ini tergoyah hanya oleh pertanyaan ku
dan mereka akhir nya hanya punya satu pilihan, menganggap aku tidak punya iman..
Iya mungkin memang aku enggak punya iman, karena aku sendiri enggak tau apa itu arti iman
bahkan kadang-kadang aku di anggab murtat karena bertanya, apa agama begitu tegang nya??
apa agama itu seperti kina??
sehingga harus di telan bulat-bulat??,
tidak boleh dikunyah karena pahit??
apa kesalahan ku kalau aku mengkramus nya??
apa kekeliruan kalau aku justru ingin melumerkan nya di mulut
lalu saat aku kepahitan tidak seorang pun menyodorkan air putih,
dengan senyum sinis terdengar "udah di bilang telen bulat-bulat!!!"
jika pun aku berhasil menelan kina itu aku tetap akan di anggap aneh..
Aku menemukan orang-orang yang merasa selalu punya jawaban
lalu saat pertanyaan ku di luar kumpulan jawaban mereka, mereka menganggab aku terlalu duniawi
dan menyalahkan ku karena aku kurang ghoib.. dooohhh…
kenapa bahkan mereka malu mengatakan kalau mereka pun tidak tau jawaban nya,
dan bertanya bersama ku??
apa agama itu sedemikian mengerikan nya, sehingga kita harus selalu keliatan dalam jalur nya
tanpa bole menunjukkan mimik bingung??
Beberapa penjawab menyaran kan agar aku fanatik saja..
lalu aku mendapat jawaban..
fanatisme adalah satu-satu nya jalan untuk membungkam mulut ku, agar aku berhenti bertanya
dan agar para penjawab itu tidak terganggu meditasi nya..
Tapi aku menolak..
bolehkah aku bertuhan tanpa beragama??
bolehkan aku beragama tapi tidak mengikuti "aturan" agama??
boleh kah aku mengikuti "aturan" agama dengan bertanya terlebih dahulu??
October 19th, 2007 at 11:07 am
Seperti sebuah sms yg baru saja gue kirimkan utk seorang sahabat, dear, Tuhan menjadikan manusia sbg Khalifatullah, dan karenanya menganugerahkan akal dan hati kepadanya. Hati utk merasa, dan otak utk berpikir. Bila otak sudah tak lagi digunakan semestinya, maka tak lain yg bisa diperbuat kecuali menjadikannya sbg “sop”! *grin
Wish you enough,
October 22nd, 2007 at 6:14 am
koq dadi tulisan seriuosa ngene…..berat…..berat….
jawabane opo yho ? (karo garuk kepala)tapi jarene “ustadzku” tanyalah kepada hati nurani-mu.
is the answer……………
October 22nd, 2007 at 6:53 pm
perfect…
October 23rd, 2007 at 1:50 am
@Mas Cahyo : weks… sop orang… enyakkkkkkk…
@mas Ndroxx : ikut garuk-garuk kepala *ketombean*
kata uztad ku… *mikir*
enggak punya ustad deng..
*senyum najong*
@Rein : waw… terima kasih..
ups..
perfect apa nya nih?
October 27th, 2007 at 4:30 am
emm.. tabu..
“TAta BUsana” bukan??..
kalo bukan aq ga ngerti.. (menoleh kekanan dan kekiri… bertingkah seperti orang mau maling)..
October 30th, 2007 at 1:35 am
@ mas Masni : MALING!!! MALING!!! MALING!!!!
November 3rd, 2007 at 12:54 am
@mbakyu ulan: ampun bune.. ampuuun.. sanes kulo..
December 14th, 2007 at 12:06 am
sorry,mungkin kau tak kenal aku.tpi aku tertarik dengan filosofimu.bagiku,agama bukan untuk diperbincangkan.cukup kau mengerti sendiri tanpa harus dijelaskan layaknya anak TK.cari sendiri dimanakah Tuhanmu yang sesungguhnya
December 18th, 2007 at 2:31 pm
hahahahhahaha…
Idem!!setuju!!
ketika “kenapa?” itu muncul, karena tenggorokan kita mengecil akan “kina” yang gede, bolehkan aku pecah jadi empat?! karena aku pengen beda dari “kremus”
dan mereka yang dengan sinis berkata “udah dibilang, telen bulat2″ hanya terlalu takut utk ngerasain pahitnya. dan yang lebih parah, mereka malah tidak tau kenapa harus “telan bulat2″ kina itu serta merasa terbebani karena melakukannya..
ato dirimu yang bertanya pada orang yang salah?!
*ngeliat keyboard*
*cabutin bulu idung*
haaaaaatttssssiiiiiiiiiiiiiii!!!!
*gigit jari*
—error in connection!!!—
March 22nd, 2008 at 11:34 pm
makasi atas kejujuran kamu?kalau aku sarankan kebingungan kamu semua ada jalan keluarnya yaitu di dalam Kitab Suci Al-Quran.itu kalau kamu mau mencarinya.
June 19th, 2008 at 2:36 am
Kejujuranmu mengakui kebingunganmu sudah merupakan jawaban atas pencarianmu…
Dan kau bukan satu-satunya orang yang bingung di dunia ini, bahkan ada yang lebih parah lagi.. yaitu orang yang buta, tuli dan dungu…
Mungkin mereka adalah orang-orang yang memang dibutakan, ditulikan dan atau malah didungukan…
Bersyukurlah kau karena tau apa yang tidak kau tau, sehingga timbul pertanyaan di kepala dan jadi beban bathinmu…
Tapi aku percaya kau sudah dapat jawabannya…
Salam…
July 20th, 2008 at 6:43 pm
Aku Tertarik dengan tulisanmu…
Justru Agama harus kita pertanyakan…Bukankah Islam mengajarkan utk selalu Menimba Ilmu…termasuk Mencari tau tanda2 ke-Besaran Allah…Tanda2 Kekuasaannya…naaah…
Emang ga bisa kita mempertanyakan Agama pada orang atau teman yang Imannya setipis kita…pasti mereka juga akan tabu mempermasalahkan…hehe
kenapa selalu ada Imam waktu sholat?nah Kenapa selalu ada Ustadz,Wali,Bahkan Allah mengutus Nabi…laaah…tujuannya kan membimbing Manusia,
Inti dari semua pertanyaanmu,kamu harus perdebatkan Masalahmu dg orang2 yang tepat…
agar kamu dapat jawaban benar dan didukung dasar yang kuat (Al-Quran)
Allah Bless u
October 18th, 2008 at 12:30 am
teruslah bertanya. sampai kamu temukan akarnya …dan kamu akhirnya berkata: ‘ya’…’eureka’…. great! pencarian yang mendalam!
November 6th, 2008 at 1:28 am
ijin comment yaa…
g ada yang mengerikan dan tabu dalam bertanya soal agama…
cuman pas klik apa g aja…
“klik” ama yg ditanya ama “Klik” jawabannya dengan jawaban yg km harapkan….
bukankah ada pepatah banyak jalan menuju surga…..
kalo g percaya tanya aja ama yg bikin surga…. itupun kalo kamu percaya…
kalo aq udah membuktikan dia ada….. kenang2annya ada ampe sekarang..
November 8th, 2008 at 2:10 am
kalo udah tau jwbnya kasi tau aku jeng.
coz aku ga tau apa2.1 yg plg aku tau yaitu bahwa aku ga tau apa2…
December 20th, 2008 at 1:05 am
Siapa bilang agama ga boleh dipertanyakan?
teruskan pencarianmu nak…
semoga hidayah yg akan kau dapat…
seperti ketika ibrahim mencari Tuhannya…
Amiin…
oya, mungkin sedikit kutipan ini bisa membantu :
Al Baqarah: 164 »
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. 2:164)
Ali ‘Imran: 190 »
Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. 3:190)
Ar Ruum: 24 »
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya. (QS. 30:24)
Al Jaatsiyah: 4 »
Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini, (QS. 45:4)
Al Jaatsiyah: 5 »
dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkanNya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal. (QS. 45:5)
Al Jaatsiyah: 13 »
Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.- (QS. 45:13)