Archive for October, 2007

Aku minta satu hadiah ulang tahun ku..

Wednesday, October 24th, 2007

ma.. pa..
permintaan ini mungkin enggak pernah sampai ke tangan kalian karena entah gimana cara nyampaikan nya, tapi setiap tahun kalian pun enggak terlalu perduli dengan tanggal ini, bukan itu yang aku minta,
bukan perhatian kalian pada tanggal ini..
aku cuma minta satu hadiah di ulang tahun ku..

ibu.. bapak..
ulan banyak sekali menyusahkan kalian, pasti nya juga dengan anak kalian yang lain yang tidak kalah menyusahkan nya dari ulan.., terlalu banyak kerut di wajah kalian.. tanpa melihat lekat-lekat pun aku bisa membaca pengorbanan kalian buat kami..
tapi aku cuma minta satu hadiah di ulang tahun ku..

mom.. dad..
melihat kalian saling berdebat tentang masalah kalian yang aku enggak ngerti, mendengar kalian saling menuding tentang didikan ke kami, merasakan kalian mengutuk keadaan ekonomi, membuat kami seperti nya hanya jadi beban kalian, membuat kami merasa telah melakukan dosa, karena lahir dan membebani kalian,
tapi aku cuma minta satu hadiah di ulang tahun ku..

umi.. abi..
aku cuma minta satu hadiah di ulang tahun ku..
"melihat kalian bermesraan lagi"
aku cuma minta itu..

madre.. padre..
betapa itu telah lama hilang dari ingatan ku,
betapa kalian enggak pernah sadar bahwa kami merindukan itu,
betapa kalian tidak pernah perduli bahwa demi melihat nya, kami rela melakukan apa saja, demi melihat kalian hanya saling melempar senyum saja, demi melihat kalian duduk bersebelahan saja, demi melihat kalian bergandengan tangan, demi kalian saling mencium di kening..
aku cuma minta satu hadiah di ulang tahun ku..

vader.. moeder..
bukan kan sekarang kejayaan kalian telah berlalu? sekarang giliran kami yang mengurus kalian, setidak nya kami sudah punya otak untuk mengurus diri sendiri, kalian berhentilah mengkhawatirkan kami, bermesraan saja lah.. untuk anak mu ini.. untuk satu-satu nya anak perempuan mu, untuk anak terkecil mu, untuk anak yang paling merepotkan mu, ciptakan surga untuk ku, ciptakan kenikmatan demi melihat kalian bermesraan, aku rela pun mengorbankan semua kebahagian seumur hidup ku untuk melihat kalian bermesraan lagi, jika Tuhan meminta barter untuk mempertontonkan kemesraan kalian dengan nyawa pun, aku hanya akan mengajukan syarat untuk melihat kalian bermesraan di akhir nafas..

jika pun itu sangat memberatkan kalian..
aku cuma minta satu hadiah di ulang tahun ku..
kumohon lakukan saja satu hari ini..
demi aku anak kalian yang berulang tahun..
satu hadiah..

Agama yang tabu..

Tuesday, October 16th, 2007

Mungkin memang salah otak ku yang kurang waras, dan mempertanyakan banyak hal yang tidak seharus nya aku pertanyakan, dan seharus nya diterima saja, tanpa harus di pertanyakan sedikit pun.

Agama..
saat aku bertanya tentang agama, aku tiba-tiba ada di dalam partai oposisi,
tiba-tiba beberapa teman mencetok jidat ku dengan stempel "atheis"
sekonyong-konyong banyak orang yang memilih untuk tidak berbicara dengan ku,
ujuk-ujuk aku diasingkan..

Dengan sangat terpaksa aku terheran-heran..
kenapa itu tidak boleh di pertanyakan?? bahkan sekarang untuk menyebut nya pun aku sedikit
bergetar, aku merasa kembali ke umur 7 - 12 tahun lagi, dimana waktu itu aku mencari tau
tentang apa dan bagaimana fungsi kelamin.., beberapa pertanyaan ku hanya di jawab,
"nanti kalau udah besar juga tau sendiri"
mungkin juga jawaban itu benar..
mungkin sampai aku ter-hamili aku akan tau apa dan bagaimana fungsi kelamin..
mungkin sampai aku termasturbasi aku akan tau cara kerja kelamin..

Dan kesimpulan singkat ku, agama ku tabu seperti kelamin untuk di pertanyakan..
karena mereka malu menjawab nya..
atau karena mereka takut apa yang mereka yakini selama ini tergoyah hanya oleh pertanyaan ku
dan mereka akhir nya hanya punya satu pilihan, menganggap aku tidak punya iman..

Iya mungkin memang aku enggak punya iman, karena aku sendiri enggak tau apa itu arti iman
bahkan kadang-kadang aku di anggab murtat karena bertanya, apa agama begitu tegang nya??
apa agama itu seperti kina??
sehingga harus di telan bulat-bulat??,
tidak boleh dikunyah karena pahit??
apa kesalahan ku kalau aku mengkramus nya??
apa kekeliruan kalau aku justru ingin melumerkan nya di mulut
lalu saat aku kepahitan tidak seorang pun menyodorkan air putih,
dengan senyum sinis terdengar "udah di bilang telen bulat-bulat!!!"
jika pun aku berhasil menelan kina itu aku tetap akan di anggap aneh..

Aku menemukan orang-orang yang merasa selalu punya jawaban
lalu saat pertanyaan ku di luar kumpulan jawaban mereka, mereka menganggab aku terlalu duniawi
dan menyalahkan ku karena aku kurang ghoib.. dooohhh…
kenapa bahkan mereka malu mengatakan kalau mereka pun tidak tau jawaban nya,
dan bertanya bersama ku??
apa agama itu sedemikian mengerikan nya, sehingga kita harus selalu keliatan dalam jalur nya
tanpa bole menunjukkan mimik bingung??

Beberapa penjawab menyaran kan agar aku fanatik saja..
lalu aku mendapat jawaban..
fanatisme adalah satu-satu nya jalan untuk membungkam mulut ku, agar aku berhenti bertanya
dan agar para penjawab itu tidak terganggu meditasi nya..

Tapi aku menolak..
bolehkah aku bertuhan tanpa beragama??
bolehkan aku beragama tapi tidak mengikuti "aturan" agama??
boleh kah aku mengikuti "aturan" agama dengan bertanya terlebih dahulu??