Archive for August, 2007

Diperhatikan lagi..

Tuesday, August 14th, 2007

Menyenangkan sekali rasanya tau kalo masih ada orang yang perhatian ke aku, tentu aku hanya bisa merasa di perhatikan saja, tanpa underestimate (tulisan nya bener nggak sih??) atau men-judge perhatian itu bentuk nya negatif atau positif.

beberapa malam yang lalu temen deket ku tlp dengan tergupuh-gupuh (baca : sambil joging) karena suami ku bilang kalo suamiku abis di tlp seorang wanita yang isi dari percakapan tersebut adalah "mengasihani suami ku" (kenapa tlp ke temen ku itu karena nomer ku ngadat..)

kenapa mengasihani??, ya karena menurut wanita misterius ini (baca : ybs tlp dengan " withealt" alias CLIR a.k.a di umpetin) suami ku tuh cuma buat "mainan" aja, di matre’in aja, di selingkuhin dll, dll, dll, dll, dll, dll…

mmm.. ini cukup menabjubkan buat aku, memang semua orang yang pernah khilaf berhubungan dengan aku tidak ada satu orang pun yang luput dari "perhatian" ini, hanya saja kali ini kenapa si "pemerhati" lebih "perhatian" secara suami ku itu adanya di jakarta dan si "pemerhati" ada di surabaya.

dulu "perhatian-perhatian" seperti ini enggak pernah aku ambil pusing apalagi buat aku berfikir, malah biasa nya aku dan temen-temen jadi bahan ketawaan baru..

lalu sebagai suami yang baik hati dan rajin menabung, pakne danny pun menyarankan aku untuk lebih menjaga diri, intropeksi, dan menjaga sikap..

sebagai istri yang baik hati dan rajin ngabisin tabungan, aku pun mulai intropeksi mendalam dan menyusun list tentang beberapa kemungkinan penyebab orang-orang jadi perhatian..

kemungkinan pertama : " aku cantik "

huahuahuahuahua… kemungkinan ini harus di skip aja, karena temen² ku justru lebih banyak laki-laki yang menganggab aku juga laki-laki, padahal aku berani di sumpah pocong kalo aku itu perempuan tulen dengan onderdil orisinil, dasar temen yang aneh..

kemungkinan kedua : " aku pinter "

wih  hihiihih… skip lagi, kalo emang pinter enggak mungkin aku jadi pengangguran yang nyamar jadi pegawai, yang tiap pagi berharap enggak pergi ke kantor, dan selalu ngitung kapan aja tanggal merah.. dooohhh…

kemungkinan ketiga : " aku kaya "

kekekeke.. skip lagi deh.. mana ada anak kost kaya, masak sih ada orang yang iri ama anak kost yang saban kemana² pergi naik motor buluk, makan di kaki lima, dan anti kemapanan (mulai berlebihan..)

kemungkinan ke empat : " aku punya banyak temen "

mmm.. skip nggak ya?? skip juga deh.. lah secara temen deket yang cuma beberapa butir itu aja ngaku bahkan sampai bersedia tanda tangan diatas matrai kalo aku tuh Autis, pemalu <— temen² mulai protes, pendiam <— temen² mulai mual, takut keramaian <— temen² mulai emosi, dan anggun <— temen² mulai brutal menganiaya ku dengan membabi buta.

hasil dari intropeksi ini berarti enggak satu kemungkinan pun yang di jadiin alasan kuat untuk aku berubah, gimana dunk??, lah abis intropeksi kok sekarang malah jadi lebih minder ya?? ya seenggak nya aku enggak pusing mikir "ada orang yang mau ama aku enggak ya??".

satu juta orang, satu juta pemikiran, kalo pun aku nurutin satu juta keinginan mereka, itu pun enggak akan cukup untuk buat mereka tutup mulut, sementara aku semakin lama semakin jauh dari "diri sendiri" semakin jauh dari "ulan" sendiri, enggak.. aku enggak mau berubah..