My luxurious wedding party..
Saturday, May 26th, 2007pernikahan yang terkesan buru-buru ini ternyata menimbulkan banyak pemikiran dari temen² deket yang nota bene
mereka udah kenal ulan lebih dari orang lain, suatu hari sabtu yang cerah 7 orang teman baik datang ke kost,
acara spesial ini di beri nama "ngumbah ulan" (nyuci otak ulan).
pertanyaan kalian yang..
"kamu hamil ya lan??"
"kamu desperet ya lan??"
"kamu dipaksa ama orang tua mu ya lan??"
"kamu di jadi-in istri ke-dua kah?, makanya kamu enggak pake pesta?"
nunjukin banget kalo kalian emang bener² temen2 ku yang baik..
ok.. ok memang aku baru ketemu dia 2 kali waktu aku memutuskan untuk menikah-i nya
tapi aku enggak dalam keadaan desperate, enggak hamil, dan enggak dipaksa oleh siapa pun
iya memang aku dan dia men-skip proses pacaran
emang pacaran menjamin aku akan menikah dengan dia??
buat apa kirim mawar tiap hari ke kost, buat apa kasi coklat tiap minggu,
buat apa bilang "ai lop yu so mat hani"tiap tutup telp,
tapi kalo di singgung soal menikah jadi jiper semua??
come’on.. kita udah enggak butuh itu lagi.. kita bukan 17 taun lagi..
manusia itu sempurna..
Tuhan menciptakan kita sempurna, manusia tidak punya kekurangan
yang jadi masalah hanya sikap "suka atau tidak suka" kita aja ke sikap pasangan kita,
aku mengerti kekhawatiran kalian tentang
"apakah dia orang yang tepat buat aku"
"apa aku bahagia nanti nya bersama dia"
girls.. nggak seorangpun tau siapa jodoh nya
bahkan aku sedikit ragu tentang kita semua sebenernya udah di jodohkan, kita tinggal mencari dan menunggu
aku pikir kita harus "terus mencari"
aku memutuskan untuk enggak pake pesta-pestaan bukan karena aku mau ngumpetin pernikahan ini
hidup ku masih panjang, pesta pernikahan itu hanya pintu masuk yang enggak akan membantu jalan ku nanti
itu cuma pemborosan waktu, uang, ama tenaga..
aku tau itu kejadian bersejarah seumur hidup
tapi setiap detik itu cuma sekali semur hidup, ulang taun ku yang ke 17 juga sekali ke 18 juga sekali,
19 juga sekali,setiap detik hidup ku itu istimewa
kenapa moment ini harus di rasuki dengan "prestige", "gengsi", "balik modal"
ini komitmen bukan bisnis..
yang aku butuhkan dari "pernikahan" itu cuma pengakuan Tuhan dan semua orang tentang komitmen yang akan kita ambil
dengan diakui aku akan menjadi tenang, dengan diakui aku menjadi tau hak dan kewajiban ku pun diakui, itu aja
akad nikah itu pesta paling megah dalam hidupku,memang itu akan hanya dihadiri keluarga inti,
ditambah beberapa teman aja.. tapi mereka semua dekat di hati, tanpa memikirkan "makanan nya cukup nggak ya??"
"souvenir ku bagus nggak ya??", "sumbangan dari tamu banyak nggak ya??", "ntar abis pesta gimana bayar utang ya??"
giliran ku udah selesai..
cincin "start" nya aku tunggu.. aku akan sangat senang dengan tulisan "start"
aku tunggu giliran kalian,
sampai cincin "finish" jadi hadiah..
aku ngarepin kita bisa kumpul lagi…
i’m gonna really miss u gurls..